Jumat 26 Januari 2018 menjadi tanggal dimana Saya melaksanakan, merencanakan, dan memutuskan untuk "Solo Touring" menuju Sape, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebuah rencana yang awalnya hanya sampai di Pulau Lombok sahaja. Pagi itu, dikala ufuk masih belum nampak sama sekali, pukul 00.00 WIB saya berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi untuk menempuh perjalanan laut menuju Pulau Bali yangmana saya telah diundang untuk menghadiri acara Anniversary dari Vixion Independent Bali (VIB).
Perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang berjalan dengan lancar, pukul 5 pagi saya sudah bisa bersantai untuk sekedar ngopi dan sebat sambil menikmati suasana sunrise di Watu Dodol, sebuah spot di Banyuwangi yang wajib untuk saya mampir hanya sekedar menikmati keindahan sunrise, melihat Taman Nasional Bali Barat dari seberang pun bisa. Dan juga saya bisa mampir di Watu Dodol dengan gratis, karena waktu masih menunjukkan pukul 05.00 WIB dimana Pak tukang parkir yang biasa menariki uang parkir masih belum menampakkan wajahnya.
 |
| Sunrise di Grand Watu Dodol. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
| Nasi Tempong |
Pada saat itu saya dihubungi oleh salah satu sobat perkuliahan saya (Hendro) yang kebetulan sedang pulang kampung di Kota Banyuwangi, saya ditawarkan untuk mampir di rumahnya di sekitar Banyuwangi kota. Pagi itu juga saya langsung menuju ke rumahnya dan kemudian diajak untuk sarapan nasi tempong, nasi khas Banyuwangi di sekitar Taman Blambangan bersama dengan satu orang temannya juga. Inilah nikmat sesungguhnya dari sebuah perjalanan, ketika kamu mencoba untuk merasakan hal baru yang belum kamu coba sebelumnya dan kamu akhirnya bisa mengetahui budaya dan ragam warna dari daerah yang kamu kunjungi.Setelah menikmati Nasi Tempong saya segera kembali menuju rumah Hendro
untuk istirahat dan ngobrol santai dengan keluarganya, dan kemudian saya
tidur sebentar untuk mempersiapkan fisik menuju Pulau Dewata yang kira-kira estimasi waktu untuk menuju lokasi acara Anniversary masih sekitar 5-6jam perjalanan.
 |
| Taman Blambangan Banyuwangi |
|
Pukul 11.55 WIB saya segera mempersiapkan segala barang-barang saya dan segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang untuk segera menyebrang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Hanya 20 menit perjalanan dari rumah sobat saya menuju pelabuhan, saya langsung registrasi data penumpang untuk selanjutnya mengantre untuk menaiki Kapal Fery yang disediakan oleh Pelni.
 |
| Suasana Deck Kapal |
 |
| Sticker Touring |
 |
| Pelabuhan Gilimanuk |
Hanya membutuhkan waktu sekitar 1jam saja untuk menyebrang dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali, kemudian saya segera tancap gas untuk menuju mess member satu club saya VR-Pantura Gresik (Bro Wawan) yang kebetulan sedang ditugaskan di Denpasar. Saya segera menjemputnya untuk menuju acara Anniversary dari VIB. Saya sampai di lokasi (Pantai Sanur) pada pukul 20.00 WITA. Tidak lama, hanya sekitar 2 jam saya menghadiri acara tersebut kemudian saya langsung mengontak salah satu member VR Jakarta yang sudah menetap di Bali, Bro Dody untuk sekedar ngopi santai di daerah Pantai Kuta. Dan pada pukul 01.00 WITA (pagi), saya melanjutkan perjalanan dari Pantai Kuta menuju Pelabuhan Padang Bai yang kemudian untuk menyebrang penuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok. Saya mampir di ATM depan gerbang pelabuhan Padang Bai untuk mempersiapkan budget menyebrang saya, yang pada saat itu tiket untuk satu motor kelas 150cc dan satu penumpang sekitar Rp. 129.000,-.
Pukul 02.00 WITA kapal fery yang sangat besar berangkat menuju Pulau Lombok. Selat disini lebih lebar ukurannya yang otomatis ombak juga akan lebih besar, maka dari itu kebanyakan Kapal Penyebrangan disini ukurannya besar untuk melawan ganasnya ombak. Banyak kejadian kawan-kawan sebelum saya yang mengalami motornya jatuh di dalam kapal karena ganasnya ombak sehingga banyak aksesoris motornya yang pecah dan rusak. Di dalam kapal itu saya mengalami sebuah kejadian yang membuat saya .... (Lanjut di Part II).
0 komentar:
Posting Komentar
Tell me something...