Rabu, 03 Juni 2020

23th

23, hanyalah sebuah angka dari triliunan angka lainnya. 23, adalah perpaduan genap dan ganjil, namun mereka satu. 23, semu merekah, memang bukan angka yang indah, namun inilah perubahan hidup yang akan kujalani kedepannya.
selamat ulang tahun yang ke-23, untuk diriku terkasih. selamat menua, termakan usia, terlelap ria riuh dunia. ingat, jangan terlena akan api asmara, karena kamu telah menyesal sebelumnya. jangan ratap-ratapi karena yang sudah tidak akan pernah kembali.

patah hati, aku masih, jangan sedih. karena aku masih kuat untuk menempuh sisa hidup yang aku jalani, entah berapa puluh tahun lagi? bisa saja besok aku mati, karena tidak pernah ada yang tahu kuasa ilahi. 

dalam redupnya sang gelap, aku membisikkan kepada tuhan, apakah aku sudah menempuh jalan yang benar? apakah aku sudah berteman dengan orang-orang yang benar? apakah takdirku sudah tergambar dengan benar? atau tuhan punya skenario lain yang kapan saja bisa mengejutkan diriku saat ini. 

tuhan, maafkanlah kesia-siaan dalam hidup yang sudah aku jalani beberapa tahun kebelakang, aku masih mencari-cari apakah arti hidupku, aku masih menggali segala potensi yang bisa aku raih, karena aku tidak mau menjadi orang yang tidak berusaha, ya tuhan. bantulah diriku yang sudah hampir seperempat abad ini, aku masih tidak tahu bagaimana skenariomu nanti, ya tuhan.

terima kasih, mungkin hanya itu yang bisa aku ucapkan untuk orang-orang terkasih. ayah ibuku, saudara-saudaraku, gaby, rifki, idon, ajeng, oliv, richi, regar, dan zul. mungkin beberapa dari kalian menyadari bahwa kalian tidak menyentuh apa-apa dari hidupku, tapi asal kalian tahu, nama-nama kalianlah yang muncul di benak ketika aku bertanya kepada diriku sendiri, siapa orang-orang yang kamu cintai. tempo yang singkat dari perkenalan kita, berhasil mengubah cara pandangku pada dunia. khususnya bagaimana aku berinteraksi dan membaca situasi yang aku hadapi. 

teruntukmu, aku sepi kali ini, aku rindu album banda neira yang dengan malu-malu kau beri di depan rumah sahabatmu, aku rindu sepatu vans cream yang pernah kamu beri. sling bag eiger dan jam consina darimu juga masih menemani aktivitas dalam keseharianku, bahkan karet rambutmu masih ada di kamarku hingga saat ini. izinkan aku mengenangmu dengan cara yang berbeda, persetan dengan melupakanmu karena sejatinya aku mencintaimu, melalui barang-barang ini. jika aku menjelaskan pada orang-orang bahwa aku tidak lagi patah, aku bohong. aku telah patah sekali lagi, aku rindu. aku harap, maaf itu datang, dan kita berdamai pada diri masing-masing.

dan yang terakhir, untuk orang-orang disekitarmu. aku telah memaafkan mereka. kau tahu sendiri bahwa aku tidak pernah marah terlalu lama pada mereka sedari dulu, aku berdamai kembali, karena aku bukan orang yang permanen emosionalnya. andai kalian membaca tulisan ini, maafkanlah juga aku. damai adalah sebuah hal indah, lerai jangan cerai.

D,4. June, 3rd 2020.

qotd: siang milik matahari, malam milik sang bulan. biarkanlah terang bintang dalam hati seorang insan tetap berkilau terang. hati adalah nyawa, hati kotor akan membawa tingkah laku dan perkataan yang kotor pula. jagalah kebersihan nurani kalian, dan ingatlah untuk tetap waras. 

0 komentar:

Posting Komentar

Tell me something...